Cara Mendaftarkan Hak Atas Status Tanah dan Mengenal Investasi Properti


Cara Mendaftarkan Hak Atas Status Tanah dan Mengenal Investasi Properti

Tidak semua masyarakat mengetahui apa saja bukti kepemilikan, lebih lebih prosedur mendapatkan hak atas tanah dan bangunan yang Sah secara hukum. Di Samping itu, ada anggapan bahwa mendapatkan bukti kepemilikan memerlukan waktu yang lama dan sulit. Karena hal inilah, banyak masyarakat yang mengabaikan bukti kepemilikan tanah dan bangunan mereka. Untuk itu, akan dijelaskan bagaimana mendaftarkan tanah tersebut.

Pendaftaran Tanah Untuk Pertama Kali

Pendaftaran pertama kali adalah pendaftaran terhadap objek tanah yang belum pernah terdaftar menurut Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 (Kian Goenawan, 2008:27). Pendaftaran tersebut meliputi:

1. Pengumpulan dan pengolahan data fisik, Kegiatan yang termasuk di dalamnya adalah:

Pembuatan peta dasar pendaftaran. Penetapan batas bidang tanah. Pengukuran dan pemetaan bidang tanah. Pembuatan peta pendaftaran. Pembuatan daftar tanah. Pembuatan Surat ukur.

2. Pembuktian hak dan pembukuannya.

Pembuktian hak atas tanah baru dari tanah negara atau tanah Hak Pengelolaan (HPL) ditetapkan oleh pejabat berwenang menurut ketentuan yang berlaku. HPL dibuktikan dengan penetapan Hak Pengelolaan (HPL) oleh pejabat yang berwenang.

Tanah wakaf dibuktikan dengan Akta Ikrar Wakaf. Hak milik atas Satuan Rumah Susun dibuktikan dengan Akta Pemisahan dan Hak  Tanggungan (HT) dibuktikan dengan Akta Pemberian Hak Tanggungan

Hak atas tanah yang berasal dari konversi hak-hak lama dibuktikan dengan alat-alat bukti, berupa bukti tertulis, keterangan para saksi, dan atau pernyataan dari yang bersangkutan. Ketika bukti ini sudah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku, panitia mendaftarkan hak untuk menjadi pemegang hak dan menerima hak-hak lain yang membebaninya.

Apabila alat-alat pembuktian tidak lengkap, pembukuan hak dapat dilakukan berdasarkan surat penguasaan fisik bidang tanah yang bersangkutan selama 20 tahun atau lebih secara berturut-turut oleh pemohon pendaftaran dan pendahulu-pendahulunya. 

Penguasaan tersebut dilakukan secara terbuka dan mempunyai iktikad baik, diperkuat oleh keterangan para saksi yang dapat dipercaya, dan tidak dipermasalahkan oleh masyarakat / lembaga adat/pemerintah desa setempat.

Pembuktian kebenaran alat bukti dilakukan oleh panitia ajudikasi. Kegiatan ini meliputi pengumpulan dan penelitan data yuridis mengenai bidang tanah. Kegiatan ini termasuk dalam periode pendaftaran secara sistematis oleh kepala kantor pertanahan. Hasil dari pengukuran bidang tanah ini akan diumumkan selama 30 hari untuk pendaftaran tanah secara sistematis, kegiatan pendaftaran

untuk pertama kali secara serentak yang meliputi semua objek pendaftaran tanah dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa atau kelurahan, atau 60 hari dalam pendaftaran tanah Secara sporadis, kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali mengenai satu atau beberapa objek pendaftaran tanah dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa kelurahan, yang dilakukan secara individual atau massal.

3. Penerbitan sertifikat.

Setelah surat surat sudah lengkap dan memenuhi persyaratan tinggal menunggu penerbitan sertifikat. jika ada yang ingin ditanyakan bisa langsung bertanya melalui kolom komentar di bawah yak.

4. Penyajian data fisik dan data yuridis.

Penyajian data fisik meliputi kepastian mengenai letak, luas, batas tanah, dan bangunan yang dimaksud. Data yuridis adalah dasar hubungan hukum antara pemegang hak dengan tanah yang dimaksud.

5. Penyimpanan daftar umum dan dokumen.

Ketika daftar umum dan dokumen sudah lengkap kemudian dilakukan penyimpanan. sangat mudah bukan. secara teori sih iya. tinggal bagaimana anda mempraktekannya saja nantinya.

Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah.

Kian Goenawan dalam buku Panduan Mengurus Izin Tanah & | Properti Praktis mengatakan pemeliharaan data pendaftaran tanah adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk menyesuaikan data fisik dan yuridis berupa peta pendaftaran, daftar tanah, daftar nama, surat ukur, buku tanah, dan sertifikat yang terjadi di kemudian hari. Kegiatan ini meliputi pendaftaran peralihan dan pembebanan hak serta pendaftaran perubahan data dan pendaftaran tanah.

Bukti kepemilikan tanah yang berupa Letter C atau Letter E merupakan bukti sementara dari kepemilikan hak atas tanah yang diakui oleh pemerintah desa sebelum diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1961. 

Letter C atau Letter E, yang hanya terdata di desa, bisa dibuatkan bukti kepemilikan hak atas tanah yang sah di kantor pertanahan. Pencarian sertifikat dari Letter C atau Letter E termasuk dalam pendaftaran pertama kali. 

Jaminan kepastian hukum terhadap kepemilikan hak atas tanah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 dan kewenangan ini diserahkan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). 

Maka legitimasi hukum terhadap sertifikat yang diterbitkan oleh BPN adalah bukti sah jika ada persengketaan atau permasalahan apapun yang menyangkut pertanahan. Maka dari itu, penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) atau peralihan hak harus melalui proses pendaftaran di kantor pertanahan. 

Jika belum memiliki jaminan itu maka penandatanganan AJB atau peralihan hak kurang memiliki jaminan hukum yang kuat. Hal ini dikarenakan penetapan hak oleh Badan Pertanahan Nasional berdasarkan pada:

Data yuridis, data ini berhubungan dengan hukum antara pemegang hak dan tanah yang dimaksud. Data fisik, data ini mengandung kepastian mengenai letak, batas batas, serta luas tanah.

Data administrasi merupakan bukti berupa Surat-surat yang memberikan keterangan tertulis atas data yuridis dan data fisik. Data administrasi sebagai bahan kelengkapan yang menjadi dasar pertanggung jawaban Badan Pertanahan Nasional dalam menetapkan dan mengeluar kan hak atas tanah kepada perorangan atau badan hukum.

Mengenal Investasi Properti

Investasi properti adalah investasi yang paling menguntungkan jika dibandingkan dengan emas ataupun saham dan tidak mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan karena dibandingkan dengan investasi emas. 

Saat ini harganya tidak dapat dipastikan terus naik dan tentu saja mengantarkan investornya pada gerbang kerugian. Begitu juga dengan investasi saham yang penuh ketidakpastian akibat krisis global.

Riset Kapital Jones Lang LaSaIle menyebutkan saat ini saja pasar properti global yang meliputi 130 kota di 60 negara, mulai meningkat volume transaksi sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012. 

Selain itu, volume investasi properti komersial juga menunjukkan perubahan positif sebesar 4 persen menjadi 114 miliar dollarAS (Rp1.132 triliun) ketimbang semester 1 tahun lalu. Pertumbuhan yang kuat terjadi pada kuartal ll tahun ini yang mencapai nilai 100 miliar dollar AS (Rp993 triliun). Hal ini sekaligus membuktikan bahwa investor masih percaya kepada sektor properti komersial.

Melihat percepatan pemulihan di seluruh dunia, Jones Lang LaSalle memproyeksi volume investasi dapat menembus angka 450 miliar dollar AS hingga 500 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.468 triliun – Rp4.965 triliun sampai paruh kedua 2013 berakhir. 

Lead Director Capital Group lnternasional di Jones Lang LaSalle, Arthur de Haast, mengatakan selama dua sampai tiga tahun terakhir Iebih banyak modal yang dialokasikan untuk investasi secara Iangsung di sektor properti. 

“Investasi tersebut ditanamkan dalam bentuk kelembagaan, ekuitas swasta dan investor individu. Investor juga mulai melakukan diversifikasi portofolio mereka, baik dari segi risiko dan geografi, serta mencari peluang Iebih banyak dengan nilai tambah. Hal ini akan terus terjadi untuk jangka pendek dan menengah,” ujar Arthur seperti yang dikutip di situs Kompas.com.

Ini yang membuat jenis investasi paling diminati oleh masyarakat kaya di Indonesia adalah investasi di bidang properti dibandingkan dengan jenis investasi lainnya karena dianggap memiliki tingkat pengembalian paling menguntungkan. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Associate Director Ray White Indonesia Erwin Karya di Jakarta seperti yang dikutip dari situs Investor.co.id.

Erwin mencontohkan, investasi di bidang perumahan di lokasi yang tepat ada yang sampai tingkat pengembaliannya hingga 100 persen hanya dalam jangka waktu enam buian. Menurut dia, banyak warga mampu di Tanah Air yang memilih untuk berinvestasi di properti dibanding bidang Iainnya seperti logam mulia. “Properti dapat kita sewakan, tetapi mampukah kita menyewakan emas? Bisa saja, tetapi ada potensi bahwa emas itu dapat saja hilang,” katanya.

Ia juga mengemukakan, bagi orang yang memiliki dana cukup banyak biasanya akan berinvestasi rumah tapak, tetapi bagi yang dananya terbatas biasanya memilih bangunan tinggi seperti apartemen. 

Apalagi, menurut Erwin, harga properti seperti di kawasan sentra bisnis di Jakarta masih dinilai Iebih rendah dibanding kawasan di negara tetangga lainnya seperti Filipina, Thailand, dan Singapura. 

“Di Singapura harga properti di CBD (central business district/kawasan sentra bisnis) mereka bisa sampai 300- 400 juta rupiah per meter persegi, sedangkan di CBD Indonesia bisa hanya sekitar sepersepuluh nya,” katanya.

Indonesia Property Watch (IPW) sebelumnya memperkirakan pasar properti pada tahun ini mengalami perlambatan setelah dalam beberapa tahun terakhir mengalami Ionjakan harga dalam sektor perumahan. 

“Pasar properti memasuki 2013 telah mengalami perlambatan, khusus di segmen menengah atas,” kata Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda pada kesempatan yang sama seperti yang dikutip di situs Investor.co.id. 

Menurut Ali, para pelaku pasar, khususnya pengembang dan investor, relatif telah mulai merasakan kejenuhan pasar di dalam segmen tersebut. Oleh karena itu, ujar dia, saat ini pasar mulai bergeser ke pasar menengah dengan tangkapan jumlah pasar pengguna akhir (end user) yang lebih banyak.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url