Tips dan Cara Membuat Pakan Ikan yang Baik dan Benar agar Ikan Tumbuh Sehat dan Segar

 

membuat pakan ikan
Cara Membuat pakan ikan yang baik dan benar agar ikan dapat tumbuh sehat. ilustrasi by DanielWanke

Cara membuat Pakan Ikan yang Baik dan Benar

Ikan dapat tumbuh optimal jika memperoleh makanan yang cukup dan bergizi seimbang. Ketersediaan pakan yang cukup, tepat waktu, dan bergizi baik adalah faktor penting dalam budidaya ikan. Sumber pakan bagi ikan budidaya berasal dari pakan nabati dan pakan buatan. Jumlah pakan nabati dalam kolam sangat terbatas terutama pada kegiatan budidaya ikan semi intensif dan intensif.

Kekurangan pakan berarti laju pertumbuhan terhambat, mortality (kematian) tinggi.  Pakan yang cukup berarti laju pertumbuhan baik, itu akan berimbas pada waktu pemeliharaan yang lebih singkat, dan effisiensi produksi.

Permasalahannya adalah  pengadaan  pakan ikan ini  memerlukan biaya besar (bisa mencapai 60-70%) dari total biaya produksi. Alternatif terbaik untuk menekan biaya produksi ini adalah membuat pakan buatan sendiri, dengan teknik sederhana memanfaatkan limbah pertanian.

Alur Pembuatan Pakan Ikan

A. Pemilihan Pakan Baku

- Bergizi tinggi

- Mudah didapat

- Mudah dibuat

- Harga bahan baku relatif murah

- Tidak mengandung racun

- Bukan merupakan makanan pokok manusia

B. Penepungan

Bahan pakan yang kering dihaluskan, sampai menjadi partikel yang kecil (halus). Bisa digunakan penepung dan ayakan.

C. Menyusun Formulasi Bahan

Formulasi bahan untuk pakan bandeng

Nilai kadar protein 25%

Bahan

Kadar

Tepung Ikan

17,50%

Single Cell Protein

25%

Tepung kedelai

12,50%

Tumpi Jagung

18%

Dedak Halus

27%

Minyak Ikan

0,30%

Vitamin

0,10%

Mineral

0,10%

Soda Kue

0,10%

Tepung Tapioka

2,50%

 

Formulasi bahan untuk pakan lele

Nilai Kadar Protein 30%

Bahan

Kadar

Tepung Ikan

30,00%

Single Cell Protein

15%

Tepung kedelai

10,00%

Tumpi Jagung

15%

Dedak Halus

15%

Bungkil Jagung

30%

Minyak Ikan

0,30%

Vitamin

0,10%

Mineral

0,10%

Soda Kue

0,10%

Tepung Tapioka

2,50%

 

D. Penimbangan

Semua bahan ditimbang sesuai persentase masing masing bahan dalam hitungan formulasi, selanjutnya dikalikan dengan jumlah pakan yang hendak dibuat

E. Pencampuran Bahan

Semua bahan kering dicampur (Kecuali Vitamin dan Mineral) dalam bentuk tepung mulai dari bahan yang jumlahnya sedikit hingga bahan yang jumlahnya banyak. Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi setengah basah.

Biarkan adonan minimal 1 jam , lalu dikukus selama kurang lebih 15 menit. Vitamin dan mineral dicampur setelah adonan dikukus dan dingin. Penambahan aroma untuk merangsang nafsu makan ikan perlu ditambahkan dengan atraktan berupa minyak ikan, terasi atau silase ikan.

F. Pencetakan

Pencetakan pakan yang paling sederhana bisa kita gunakan yakni gilingan daging. Pencetakan dalam jumlah besar, digunakan mesin pencetak pellet (mesin pellet). Ukuran pakan ikan bisa diatur sesuai mulut ikan, bisa 2 s/d 3 mm

Jika anda membutuhkan mesin pembuatan pelet ikan, silahkan hubungi kontak yang tersedia.

G. Pengeringan

Pakan yang telah dicetak kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan atau dijemur di bawah sinar matahari. Pengeringan juga dapat kita lakukan dengan menggunakan alat pengering seperti oven.

H. Pengepakan dan Penyimpanan

Setelah pakan benar-benar kering selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong plastik (karung). Simpanlah pakan di tempat kering/sejuk dan berventilasi. Letakkan karung pakan di atas rak kayu/pallet. Hindari penyimpanan langsung di atas lantai, dan hindari pula dari sinar matahari secara langsung. Penyimpanan pakan dianjurkan lebih dari 3 (tiga) bulan.

Kekeruhan yang lebih tinggi meningkatkan suhu air karena partikel menyerap lebih banyak panas. Hal ini, pada gilirannya, mengurangi konsentrasi oksigen terlarut / Dissolved Oxygen (DO) air karena air hangat memiliki DO yang lebih sedikit dari pada air dingin.

Kekeruhan tinggi juga mengurangi jumlah cahaya yang menembus air, yang mengurangi fotosintesis dan produksi DO. Bahan Suspended dapat menyumbat insang ikan, mengurangi resistensi terhadap penyakit pada ikan, menurunkan tingkat pertumbuhan, dan

mempengaruhi telur dan perkembangan larva. Sebagai partikel menetap, mereka dapat selimut dasar sungai , terutama di perairan yang lebih lambat , dan melimpahi telur ikan dan makroinvertebrata bentik .

Sumber kekeruhan meliputi:

- longsoran

- debit limbah

- limbah perkotaan

- Eros tepi sungai

- Sejumlah besar pengumpan bawah seperti ikan mas yang membuat sendimen tebal

- Pertumbuhan alga dalam jumlah besar

Untuk mengukur turbidity air, digunakan peralatan seperti secchi disk atau turbidy meter. Produk untuk ini kami sediakan. Silahkan hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut.

pH air / pH air

pH (singkatan dari "negatif Kuisance de H"), yang merupakan logaritma negatif dari pelatih ion ion yang dilepaskan di perairan dan memiliki pengaruh besar pada kehidupan organisme perairan, sehingga pH dari Perairan digunakan sebagai seseorang untuk mendeklarasikan kebencian air.

Di air pH air air memiliki makna penting untuk mendeteksi potensi produktivitas kolam. Air yang agak dasar, dapat mendorong proses pembongkaran bahan organik dalam air menjadi mineral yang dapat berasimilasi oleh tanaman (garam amonia dan nitrat).

Di perairan yang tidak mengandung cukup bahan organik, mineral dalam air tidak akan ditemukan. Misalkan itu di kolam maka kita menambahkan bahan organik seperti pupuk, pupuk hijau dll cukup, tetapi tidak memiliki garam bikarbonat yang dapat melepaskan kation-nya, maka mineral yang mungkin tidak panjang di dalam air. Untuk menciptakan lingkungan air yang baik, pH air itu sendiri harus terlebih dahulu (tidak banyak judi pH air.

Ikan Rawa Seperti Sepat Siam (Tricogaster Pectoralis), Sepat Jawa (Tricogaster Triceopterus) dan Ikan Gabus dapat hidup di lingkungan pH air 4-9, untuk ikan demi kesan kesan pH 5-8, ikan karper (Cyprinus carpio) dan gourami, tidak dapat hidup dalam pH 4-6, tetapi pH idealnya 7.2.

Klasifikasi nilai pH dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu :

           Netral : pH = 7

           Alkalis (basa) : 7 < pH < 14

           Asam : 0 < pH < 7

Tingkat keasaman kolam ikan sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah yang dapat menentukan Kesuburan air. Nilai PH Asam tidak baik untuk pertanian ikan di mana produksi ikan berada dalam Perairan akan rendah.

Pada pH netral sangat baik untuk kegiatan budidaya ikan, biasanya berkisar Antara 7-8, sedangkan di pH Altogas juga tidak baik untuk kegiatan budidaya. Efek pH dalam biologi air.

Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan (Effendi, 2000)

Nilai pH                 Pengaruh Umum

6,0 – 6,5   - Keanekaragaman plankton dan benthos mengalami sedikit penurunan

                 -  Kelimpahan total, biomassa dan produktivitas tak mengalami perubahan

5,5 – 6,0   - Penurunan nilai keanekaragaman plankton dan benthos semakin nampak

                 - Kelimpahan total, biomassa dan produktivitas masih belum mengalami perubahan berarti

                 - Algae hijau berfilamen mulai nampak pada zona literal

5,0 – 5,5  - Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton, perifiton dan

                   benthos semakin besar

                - Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan benthos

                - Algae hijau berfilamen semakin banyak

                -  Proses nitrifikasi terhambat

4,5 – 5,0   -  Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton, perifiton dan

                     benthos semakin besar

                 -  Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan benthos

                 -  Algae hijau berfilamen semakin banyak

                 -   Proses nitrifikasi terhambat

Air kolam yang pH-nya bergetar antara 4,5-6.5 masih dapat diperbaiki dengan menambahkan jumlah batu kapur yang cukup. Sehingga pH dapat ditingkatkan menjadi 8,0 sehingga pengaruh oh rendah dapat dihilangkan.

Secara umum di pagi hari, waktu air mengandung banyak CO2, pH air rendah, pada air sore kehabisan CO2 untuk asimilasi pH air hingga tinggi. Kondisi pH ini akan sangat penting agar transportasi ikan hidup erat dengan administrasi gas O2.

Dalam pengangkutan ikan secara terbuka, kelebihan nafas yang dilakukan oleh pernapasan ikan bukanlah masalah, karena CO2 selalu memiliki kesempatan untuk diseimbangkan dengan udara terbuka di atas, sehingga penurunan pH air tidak akan Sayang sekali untuk ikan.

Dalam upaya transportasi tertutup untuk mencegah penurunan pH air dapat ditambahkan solusi buffer seperti NA2 HPO 4, sehingga pH yang seharusnya ditolak dapat dicegah. Dengan demikian waktu transportasi ikan dapat dipukul lebih lama. Metode penentuan pH air dapat menggunakan alat pH meter atau dengan menggunakan kertas indikator pH.

Awalnya dilucuti, judi pH dari pH tinggi rendah dapat ditolak oleh elemen kalsium Itu dalam air asli itu sendiri. Jika perairan kadar kalsium dalam bentuk CA (HCO3) 2, Cukup tinggi, maka kekuatan menyangkal air terhadap pH itu besar.

Elemen CA dalam air membentuk dua jenis senyawa, yaitu:

1. senyawa kalsium karbonat (caco3) yang tidak dapat dilarutkan

2. Senyawa kalsium bikarbonat atau kalsium hidrogen karbonat (CA (HCO3) 2) yang dapat larut dalam air.

Faktor yang menentukan ukuran kemampuan kecil kemampuan poni asam (pH). Jumlah CA (HCO3) 2 di dalam air. Proses terjadinya pengasaman dalam air adalah sebagai berikut:

Jika di perairan, CO2 diambil, maka pH pertama air akan naik, tetapi pada saat yang sama CA (HCO3) 2 yang larut dalam air akan pecah Menurut persamaan berikut:

 CA (HCO3) 2 <----> CA CO3 + H2O + CO2

Jadi di dalam air yang berlaku Pembentukan CO2 yang baru, pH seterusnya air mempunyai kecenderungan untuk turun lagi. Berdasarkan proses di atas, kadar CA yang terkandung di dalam air menjadi berkurang. Kalcium.

Bicarbonate yang terbentuk pada pecahan akan menetap dalam bentuk sedimen putih, pada daun tumbuhan di sebagainya. Sebaliknya, apabila gas CO2 yang besar terbentuk di dalam air maka pH pertama air mempunyai kecenderungan untuk jatuh tetapi segera Gas CO2 yang berkeliaran bebas akan terikat dengan CAC03 yang dibubarkan di dalam air. Mengikut persamaan tindak balas:

Caco + CO2 + H2O <----> CA (HCO3) 2.

Jadi jumlah CO2 bebas akan menurun, akibatnya pH air memiliki kecenderungan untuk naik, sehingga kecenderungan pH turun bisa dipungkiri.

Proses keseimbangan pH dapat ditulis dengan reaksi berikut:

CA (HCO3) 2 <-----> CaCO3 + CO2 + H2O

Jadi jumlah CA (HCO3) 2 dalam air adalah salah satu unsur dari kedua perairan miskin sebagai lingkungan.

Cara membuat pakan ikan

Biaya membuat pakan ikan dalam upaya budidaya ikan diperlukan antara 50 - 50% dari total biaya produksi, sehingga perlu untuk menahan biaya ini, dengan membuat pakan sendiri. Untuk mengatasi pasokan pakan buatan (pelet) dengan jumlah yang baik dan kualitas.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam cara membuat pelet, yaitu:

- Pelet harus mudah dicerna oleh ikan.

- Memiliki kandungan nutrisi yang cukup, terutama kandungan proteinnya harus di atas 25, tetapi juga harus mengandung lemak. Vitamin, mineral, kapur dan karbohidrat.

- Pelet harus memiliki daya apung dan tidak cepat hancur dalam air.

- Pelet harus disimpan untuk waktu yang lama.

 Peralatan dan bahan-bahan

1. Alat

    Peralatan untuk membuat pelet pakan di sederhana, praktis dan mudah pelet

    Diantaranya adalah dengan menggunakan pabrik daging dimodifikasi, nampan

    Plastik, saringan, gayung plastik, ember plastik, kipas dan tmbangan.

2. Material

    Bahan untuk membuat pelet palakn terdiri dari dua kelompok, yaitu standar utama dan

    bahan tambahan (Suplemental Feed). Pemilihan bahan baku harus dipilih:

    - Murah dan mudah diperoleh.

    - Tinggi bergizi.

    - Mudah untuk memprosesnya.

    - Tidak mengandung racun.

Bahan baku yang digunakan:

tepung A. Ikan

    Karakteristik tepung ikan berkualitas baik di antara mereka ada visual net

    terkontaminasi oleh kutu atau serangga khas lainnya seperti ikan kering, berwarna

    kuning kecoklatan, kering tidak lembab, tidak bau apek, tengik atau asam. Kontak

    Baik tepung ikan telah proten tingkat antara 55,70%.

B. Kue kelapa

    Itulah ampas kelapa kering dan tepung.

C. baik dedak

    Diperoleh dari pabrik limbah penggilingan.

. tepung kedelai

e. Kanji dr tepung jagung

F. Tepung tapioka

Keuntungan pelet buatan sendiri:

- Harga menjadi lebih murah bila dibandingkan dengan harga yang kita beli di toko.

- Selalu dalam keadaan baru.

- Berpartisipasi dalam mengurangi pencemaran akibat limbah pabrik.

Cara Membuat Palet

A. Siapkan bahan baku, mengkompilasi jumlah masing-masing komponen dan berat. Dengan susunan Formulasi seperti dalam table di bawah ini.

 No

 Bahan
Pakan

Knadungan
Protein

Kandungan
Lemak

I

III 

 1

Tepung Ikan

62.99 

8.4 

35

25

35

 2

Tepung Kedelai

36,6 

14.30 

5

 3

Bungkil Kelapa 

18.46 

15.73 

15 

15 

15 

 4

Tepung Jagung

10.40 

0.53 

10

10 

10 

 5

Dedak Halus 

15.58 

6.8 

30

35

30 

 6

Tepung Tapioka 

2.6 

2.6 

15 

10 

10 

 7

Vitamin 

1

1

 8

Mineral 

2

 

B. bahan campuran seperti tepung ikan, tepung kedelai, bungkil kelapa, dedak

    halus, tepung jagung satu kontainer sampai merata, dalam wadah terpisah dicampur

    Juga dengan Vitamin Mix dan Mineral Mix. Kemudian dua kontainer dicampur

    sampai merata.

C. Untuk perekat dari tepung sagu dengan volume 500 ml air untuk 1 kg pakan setelah

    merata dan tebal kemudian dicampur dengan campuran bahan baku seperti pada

    Huruf B di atas kemudian diaduk sampai merata.

. Membentuk adonan pakan di atas ke dalam benjolan untuk memudahkan

    dalam proses pencetakan pelet.

e. Pelet mencetak dengan mesin / pelet alat disesuaikan dengan disc dengan

    diameter pelet diinginkan.

F. pengiriman pelet dapat menggunakan 600C oven selama 24 jam atau diangin-

    Angin / kering kering.

G. Paket pakan dan simpan dalam dingin dan tempat yang kering.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url